Senin, 09 Januari 2012

LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI KERAJINAN


Nama:                                                   Kelompok:                              Tanggal :
                                                                                      
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM 14)







 

LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI KERAJINAN

A.      Tujuan praktikum
Mempelajari tentang pemanfaatan daun mangga sebagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi
B.       Rasional
Pada saat ini, seiring pertumbuhan manusia yang semakin meningkat, meningkat pula limbah yang dihasilkan dalam aktifitas manusia. Oleh karena itu dilakukan daur ulang. Daur ulang adalah kegiatan yang memanfaatkan limbah yang terbuang menjadi suatu barang yang memiliki nilai pakai dan ekonomis dengan kegiatan berupa pemilihan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk yang semuanya berada dalam proses hierarki sampah 3R ( Reuse, Reduce, and Recycle)
Salah satu aktivitas manusia yang sering kita temui adalah, masih banyaknya orang membakar sampah yang berada di sekitanya, sehingga mengakibatkan terjadinya polusi udara. Sampah menghasilkan gas metana (CH4). Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Sampah merupakan Rumusan Masalah besar yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 1995 rata-rata orang di perkotaan di Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 0,8 kg/hari dan pada tahun 2000 terus meningkat menjadi 1 kg/hari. Dilain pihak jumlah penduduk terus meningkat sehingga, diperkirakan, pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan mencapai 500 juta kg/hari atau 190 ribu ton/tahun. Dengan jumlah ini maka sampah akan mengemisikan gas metana sebesar 9500 ton/tahun. Pembakaran itu dapat mengakibatkan pemanasan global terjadi dibumi. Oleh karena itu suatu inovasi pemanfaatan sampah organik dengan cara daur ulang dilakukan untuk mengurangi pemanasan global di bumi. Salah satu sampah yang digunakan adalah daun kupu-kupu. Mengingat populasi tanaman berdaun ini cukup besar di Surabaya, maka suatu pilihan yang tepat bila memanfaatkan daun ini untuk menghasilkan suatu karya baru.

C.      Apa yang kamu perlukan
No
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1.      
Daun mangga
secukupnya
2.      
Kompor
1
3.      
Baskom/ember plastilk
3
4.      
Panci
1
5.      
Gayung air
1
6.      
Pengaduk/sendok makan
1
7.      
Peralatan jahit
1
8.      
Kuas
1
9.      
Setrika
1
10.  
Lem Rajawali
1
11.  
Lem castol
1
12.  
Sikat
1
13.  
Air bersih
Secukupnya
14.  
Soda api (natrium hidroksida)
Secukupnya
15.  
Kaporit
Secukupnya
16.  
Varnish
Secukupnya

D.      Rumusan Masalah
  1. Apa saja manfaat yang didapatkan dengan pendaur-ulangan daun mangga?
  2. Bagaimana cara pemanfaatan limbah daun mangga menjadi souvenir yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi?

E.       Prosedur
1.      Menyiapkan daun
*      Memilih daun yang benar-benar jatuh di tanah
*      Memilih daun yang benar-benar kering yang ditandai dengan warna yang kuning hingga kecoklatan.
*      Memilih daun yang masih bagus, tidak sobek, dan tidak berlubang bagian tengahnya maupun pinggirannya.
*      Mengumpulkan sebanyak mungkin daun yang dibutuhkan.

2.      Proses Pencucian
*      Daun mangga yang sudah dipilih, kemudian mencuci daun mangga tersebut hingga bersih.
3.      Proses pemasakan
*      Memasukkan air bersih beberapa gayung ke dalam panci dan menambahkan soda api, dengan perbandingan 1:2, menambahkan dua sendok makan soda api ke dalam satu gayung air.
*      Mengaduk campuran tadi dengan menggunakan sendok, kemudian memasukkan daun mangga kering ke dalam panci dengan agak menekuknya agar daun mangga banyak yang muat masuk ke dalamnya.
*      Memasak campuran yang telah dicampurkan dengan nyala api sedang. Perlahan warna air yang dimasak tadi akan berubah menjadi coklat, kemudian menekan daun yang mengambang saat perebusan dengan sendok. Melakukannya proses tersebut dengan hati-hati agar daun tidak sobek saat menekannya.
*      Mengangkat panci apabila air rebusan sudah menjadi coklat pekat dan mendinginkannya dengan cara membiarkan di tempat terbuka.

4.      Proses pemutihan
*      Membuang air hasil perebusan tadi dan kemudian menyiapkan air bersih ke dalam ember atau baskom. Kemudian memasukkan daun yang telah direbus tersebut ke dalam ember selama 30-60 menit, hal ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan yang terasa licin di permukaan daun mangga tadi ikut larut dengan air.
*      Membuang air rendaman yang sudah berwarna coklat, kemudian merendamnya lagi dengan air bersih, hal ini bertujuan agar proses pemutihan lebih maksimal dan cepat sehingga hasil yang didapat lebih baik.
*      Menyiapkan wadah berupa ember atau baskom untuk campuran airr dan kaporit, dengan perbandingan 1:2, menambahkan satu sendok kaporit ke dalam dua gayung air.
*      Merendam daun yang telah direndam ke dalam campuran tadi disediakan selama 6-12 jam.
5.      Proses pembersihan
*      Menyiapkan dua wadah berisi air bersih, kemudian mengambil satu helai daun dari rendaman kaporit, celupkan ke dalam salah satu wadah air bersih untuk melepas serbuk kaporit yang menempel.
*      Memasukkan ke dalam wadah berisi air bersih berikutnya sambil membersihkan noda-noda hitam dan serbuk kaporit yang masih melekat pada semua bagian daun mangga dengan memakai ibujari dan telunjuk. Melakukan hingga helaian daun tidak terasa licin, hati-hati jangan sampai merobek daun.
*      Mengulangi langkah 2 dan 3 pada semua helai daun. Pembersihan atau tepatnya perendaman dengan air bersih juga harus dilakukan setelah pernutihan menggunakan pemutih cair. Caranya, memasukkan helai demi helai daun ke dalam air bersih, diarnkan beberapa saat sekitar 5-10 menit agar cairan kimia yang melekat larut, lalu buang airnya.
6.      Proses pengeringan
*      Memisahkan bagian tulang daun dengan daun dengan menggunting setelah proses pembersihan.

*      Meletakkan setiap helai daun pada permukaan yang cukup luas dan bersih selama sekitar 2 jam. Proses pengeringan hanya diangin-anginkan saja, hal ini bertujuan agar daun tidak terlalu kering dan tidak mudah sobek.
*      Daun yang mengering bentuknya akan terlihat menggulung atau melengkung.

*      Menyetrika daun yang menggulung supaya rapi, sebaiknya disetrika pada satu permukaan saja (bagian atas).
7.      Proses penghasilan karya
Daun mangga yang sudah melewati tahap-tahap yang dilakukan, selanjutnya akan dibuat karya dengan cara sebagai berikut:
*      Menyusun helaian daun dan merekatkan satu sama lain memakai lem putih dengan kuas hingga membentuk lembaran yang nantinya bisa dipola dan digunting sesuai keinginan.
*       Mengerjakan untuk daun-daun berikutnya sehingga membentuk sebuah lembaran dengan tampilan seragam. Semua permukaan bagian atas daun menghadap ke arah Anda atau satu arah.
*      mendiamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering.
*      Menyetrika lembaran dengan cara ditekan, bukan digosok, supaya setiap sambungan rapat dan lembaran menjadi rapi.
*      Mengunting setiap sisi lembaran hingga membentuk persegi yang rapi pada masing-masing pinggirannya.
*      Membaluri kembali permukaan lembaran daun bagian atas dengan lem putih agar lembaran daun menjadi kuat dan lentur.
*      Mendiamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering dan setrika kembali (dengan cara ditekan-tekan). Lembaran siap dipola.
a)      Pewarnaan
Lembaran warna daun hasil pemutihan nampak indah dan guratan tulang daun sangat unik sehingga warna putih polos berkesan
*      Menggunakan pewarna kain (wantex), merebus setelah daun dibersihkan. Biarkan dingin, cuci, lalu mengkeringkankannya.
*      Setelah pelapisan dengan lem putih, lembaran polos dan berwarna bisa langsung dibuat pola. Namun, untuk barang yang berpeluang sering dipegang, disarankan dilapisi kembali dengan cat semprot kaleng warna bening agar tahan air.
b)     Membuat kerangka
*      Sandal yang akan dibuat, sebelumnya akan dibuat pola, membuat pola dengan menggunakan sol sepatu bekas.
*      Menggunting sol sepatu tersebut sesuai pola. Dan kemudian membentuk pola tersebut.
*        Pola yang telah dibentuk, kemudian menempelinya dengan daun mangga yang sudah siap untuk dibuat. Kemudian menjahit bagian pinggiran sandal.
*        Membentuk daun mangga tadi sesuai dengan pola yang telah disediakan.
c)      Tahap akhir
*        Memasang bagian-bagian pola yang telah dibentuk.
*        Menjahit pinggiran sandal agar sandal menjadi lebih kuat lagi.
*        Menghiasi sandal daun mangga tadi dengan pernak-pernik yang apabila diinginkan.

F.       Analisis
Daun mangga merupakan bagian dari tumbuhan yang sering kita temui dan sering menjadi sampah masyarakat. Daun yang kering lebih sering dibakar dan menghasilkan gas CO2 yang dapat mengakibatkan efek rumah kaca dan menghasilkan pemanasan global. Dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) daun mangga yang menjadi sampah, kemudian membuatnya lebih bernilai ekonomis tinggi di masyarakat. Membuat tas adalah salah satu cara membuat daun mangga tersebut lebih bernilai ekonomis. Dengan melalui tahap yang banyak namun mudah, yaitu proses penyiapan daun, pencucian daun, pemasakan daun, pemutihan daun, pengeringan daun, pembuatan pola, dan pembentukan karya. Semua hal tersebut akan meningkatkan daya kreatif dan inovasi yang baru bagi masyarakat dan memberdayakan masyarakat. Selain itu juga meningkat daya guna dari daun mangga tersebut.
G.      Simpulan
Dari penerapan daur ulang daun mangga kering tersebut, maka dapat disimpulkan, bahwa:
1.    Daun mangga kering dapat didaur ulang menjadi nilai ekonomis yang tinggi.
2.    Daun mangga yang sebagian besar dijadikan pupuk, akan membuat masyarakat lebih kreatif dan inovatif dengan membuat kerajinan tangan yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
H.      Penerapan
Pendaur ulang daun mangga kering, tidak hanya dapat dijadikan sebagai tas saja namun barang kerajinan lain, misalnya dompet, keranjang, ataupun lapisan dari benda lain agar lebih indah maupun menarik karena struktur daun mangga sendiri yang kasar dan variasi.
I.         Pertanyaan
1.      Bagaimanakah caranya untuk proses pendaur ulang daun mangga kering sebagai kerajinan yang lain?
2.      Apakah hanya daun mangga yang bisa dijadikan bahan daur ulang untuk kerajinan tangan?


DAFTAR PUSTAKA
http://www.ziddu.com/download/8795760/KreasidariDaunMangga.pdf.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar