Senin, 09 Januari 2012

LKM KOROSI


Nama:                                                  Kelompok:                              Tanggal :
                                                                       
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM 12)
 

KOROSI

A.     Tujuan
Untuk mempelajari pengaruh rendaman air terhadap korosi suatu logam
B.     Rasional
Korosi pada logam menimbulkan kerugian tidak sedikit. Hasil riset yang berlangsung tahun 2002 di Amerika Serikat memperkirakan, kerugian akibat korosi yang menyerang permesinan industri, infrastruktur, sampai perangkat transportasi di negara adidaya itu mencapai 276 miliar dollar AS. Ini berarti 3,1 persen dari Gross Domestic Product (GDP)-nya. Sebetulnya, negara-negara di kawasan tropis seperti Indonesia paling banyak menderita kerugian akibat korosi ini. Sayangnya, tidak ada data yang jelas di negara-negara tersebut tentang jumlah kerugian setiap tahunnya. Padahal, korosi menyerang hampir semua peralatan yang terbuat dari logam. Mulai dari peralatan dapur, mesin cuci, sampai mesin mobil. Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya. Siapa di antara kita tidak kecewa  bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi.  Pasti tidak ada. Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian kita adalah bahwa banyaknya korosi yang berat terjadi di pantai maupun laut. Beruntung, beberapa kabel bawah laut yang berfungsi untuk jaringan internet saat ini sudah digantikan dengan serat optik yang bebas dari korosi. Emas (Au) dan platina (Pt) murni dikenal sebagai bahan yang tahan terhadap korosi. Tetapi tidak mungkin kita menggunakan Au dan Pt untuk berbagai keperluan seperti membuat jembatan. Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi.  Besi merupakan logam yang mudah berkarat.  Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori.  Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O.  Bila dibiarkan, lama kelamaan besi akan habis menjadi karat. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.  Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi. Dengan mengetahui dasar-dasar korosi, kita bisa menekan terjadinya korosi.

C.     Alat dan Bahan
No
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1.     
Paku dari besi yang baru (bersih)
6 buah
2.     
Toples kecil dengan tutupnya
6 buah
3.     
Air kran
Secukupnya
4.     
Air mendidih
Secukupnya
5.     
Minyak sayur
Secukupnya
6.     
Garam
2 sendok makan

D.    Rumusan Masalah
1.       Mengapa suatu benda dapat terkorosi?
2.       Apa jenis bahan yang dapat menyebabkan atau mencegah korosi?
3.       Faktor apakah yang mempengaruhi kecepatan korosi yang terjadi pada suatu benda?

E.     Variabel
1.     Variabel manipulasi: air kran, air minyak, air garam, air mendidih
2.     Variabel respon: perkaratan paku
3.     Variabel control: paku

F.      Langkah Kerja
Berikut ini adalah langkah-langkah percobaan :
1.     Memasukkan sebuah paku ke dalam kelima toples. Membiarkan toples keenam kosong.


 




I             II                III                        IV            V            VI
2.    Menutup botol pertama sehingga paku hanya dikelilingi oleh udara.


 



3.    Menuangkan air kran secukupnya ke dalam toples kedua hingga merendam seluruh bagian paku. Kemudian menutup toples tersebut.


 




4.    Menuangkan air mendidih ke dalam toples ketiga hingga merendam seluruh bagia paku. Lalu menuangkan 2 sendok makan minyak untuk membuat lapisan tipis pada permukaannya. Kemudian menutup toples ini.


5.    Can: Can: Menuangkan air kran pada toples keempat hingga menutupi separuh bagian paku. Separuh bagian paku itu berhubungan langsung dengan udara. Menutup toples ini.
6.    Menuangkan air kran pada toples kelima hingga benar-benar menutupi seluruh bagian paku. Lalu menambahkan 2 sendok makam garam. Menutup toples ini.












 



7.     Mengisi toples keenam dengan air kran hingga hampir mencapai mulut toples. Mencelupkan paku terlebih dahulu ke dalam minyak, lalu memasukkan ke air dalam toples tersebut. Menutup toples ini.



















 




8.    Mengamati perkaratan yang terjadi dalam toples dengan jarak yang teratur dalam seminggu.


 



        
              I              II              III            IV              V            VI

                  Gambar.1.  Rancangan Percobaan



G.    Analisis
1.      02122011.jpgGambar






             Gb. Percobaan 1           Gb. Percobaan 2          Gb. Percobaan 3
           





            Gb. Percobaan 4           Gb. Percobaan 5            Gb. Percobaan 6

2.     Data
No
Perlakuan
Sebelum
Sesudah
1.
Paku dalam gelas kosong.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku tetap bersih mengkilap
2.
Paku dalam gelas penuh air.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku mengalami korosi pada setiap bagiannya
3.
Paku dalam gelas penuh air mendidih + 2 sendok minyak sayur.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku sedikit mengalami korosi dalam waktu 1 minggu
4.
Paku dalam gelas, air menutupi setengah bagian paku.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku yang terkena air mengalami korosi dan yang tidak terendam air tidak mengalami korosi.
5.
Paku dalam gelas, air penuh + 2 sendok makan garam.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku sedikit sekali mengalami korosi
6.
Paku dicelupkan ke minyak sayur, dimasukkan ke dalam gelas + air sampai penuh.
Paku masih tampak bersih dan mengkilap
Paku tidak mengalami korosi

3.     Analisis
Dari data hasil percobaan paku yang diberi perlakuan berbeda-beda tersebut, paku yang tercelup semua bagiannya pada air kran saja yang mengalami korosi sepenuhnya. Setelah dicampur dengan minyak dan garam, paku tersebut sedikit mengalami reaksi perkaratan karena berdasarkan reaksi perkaratan yaitu besi akan berkarat jika terkena air atau dalam reaksinya Fe.xH2O.


H.    Simpulan
1.      Perkaratan logam disebabkan oleh adanya reaksi antara besi dengan udara serta air.
2.     Besi merupakan logam yang paling cepat mengalami perkaratan.
3.      Faktor yang sangat mempengaruhi perkaratan ialah udara serta air.

I.        Penerapan
1. Perkaratan Mobil
2. Perkaratan Pagar
3. Perkaratan Jembatan

J.       Pertanyaan
1. Apakah korosi itu?
2. Tuliskan rumus tentang reaksi perkaratan (Reaksi)!
3. Apa yang menyebabkan benda mengalami perkaratan?
4.Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi cepat tidaknya suatu benda mengalami perkaratan?
5. Jenis logam apa saja yang akan mengalami perkaratan?

Jawaban:
1.   Perubahan wujud benda dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.
2.   4Fe + 2H2O+3O2          2Fe2O3.2H2O
3.   Suhu, udara, air, dan perubahan cuaca.
4.   Jenis logam, perubahan cuaca dan lingkungan
5.   Besi, tembaga, dan alumunium.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar